Pencegahan Karhutla Jadi Prioritas, Anggaran Siap Diperkuat
- VIVA Jakarta/istimewa
VIVA Jakarta – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Arahan tersebut disampaikan Presiden dalam rapat terbatas bersama kementerian dan lembaga terkait sebagai bagian dari upaya melindungi masyarakat selama musim kemarau.
Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni melakukan pengecekan Indonesia Forest and Land Fire Management Center, Kamis (6/8/2026).
- Dok. Ist
Saat meninjau Indonesia Forest and Land Fire Management Center di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Kamis (6/8/2026), Raja Juli Antoni mengatakan pemerintah diminta memastikan langkah pencegahan karhutla berjalan optimal, termasuk dari sisi dukungan anggaran.
“Perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto jelas, pemerintah siap melindungi warga negara kita dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Presiden juga mengatakan kalau kurang anggaran ditambahkan agar negara hadir untuk mencegah kebakaran hutan,” kata Menhut Raja Juli Antoni.
Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan bukan hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kehidupan masyarakat. Karhutla dapat memicu meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), mengganggu aktivitas pendidikan, menghambat kegiatan ekonomi, hingga memengaruhi operasional transportasi udara.
“Ini tidak boleh terjadi lagi,” ujarnya.
Raja Juli Antoni optimistis Indonesia mampu menekan luas kebakaran hutan dan lahan pada tahun ini meski fenomena El Nino diperkirakan datang lebih cepat akibat perubahan iklim.
“Mudah-mudahan tahun ini angka karhutla jauh lebih rendah dibandingkan 2023, dengan dampak yang seminimal mungkin bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang selama ini terlibat dalam pengendalian karhutla, mulai dari Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA). Menurutnya, mereka menjadi garda terdepan dalam melindungi hutan dan masyarakat dari ancaman kebakaran.
Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni melakukan pengecekan Indonesia Forest and Land Fire Management Center, Kamis (6/8/2026).
- Dok. Ist
Di akhir keterangannya, Raja Juli Antoni menekankan bahwa keberhasilan pengendalian karhutla hanya dapat dicapai melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan.
“Terus jalin komunikasi dan kolaborasi yang baik. Hanya dengan kolaborasi, persoalan besar seperti karhutla dapat kita selesaikan bersama,” pungkasnya.