Universitas Budi Luhur Buka Babak Baru, Domino Naik Kelas Jadi Olahraga Strategi di Lingkungan Kampus
- Istimewa
VIVA Jakarta - Permainan domino yang selama ini kerap identik dengan hiburan santai di pos ronda mulai menunjukkan wajah berbeda. Di tangan Universitas Budi Luhur, permainan tersebut diperkenalkan sebagai olahraga strategi yang memiliki aturan resmi, kompetisi terstruktur, dan menjunjung tinggi sportivitas.
Universitas Budi Luhur, Jakarta Selatan, mencatat langkah baru dengan menjadi kampus swasta pertama di DKI Jakarta yang memelopori sekaligus menggelar turnamen domino berstandar resmi Olahraga Domino (ORADO), Minggu, 9 Agustus 2026.
Gelaran tersebut menjadi upaya membawa domino keluar dari stigma sebagai permainan pengisi waktu luang. Domino kini didorong menjadi cabang olahraga otak yang membutuhkan kemampuan analitis, ketelitian, perhitungan, hingga strategi dalam mengambil keputusan.
Ketua BPH Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti (YPBLC) Julian Bongsoikrama, B.A., M.Sc., mengapresiasi pelaksanaan turnamen perdana tersebut. Menurutnya, ajang ini menjadi momentum untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap permainan domino.
Dia menyampaikan dari pihak yayasan sangat bangga dan mengapresiasi setinggi-tingginya atas kelancaran, ketertiban, serta tingginya antusiasme yang ditunjukkan para peserta hari ini.
Julian mengatakan gelaran ini terbukti berhasil mematahkan stigma lama.
"Domino yang dahulu dianggap permainan rekreasi semata, hari ini sukses dikemas menjadi cabang olahraga otak yang sarat akan strategi, mengedepankan kemampuan analitis, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas dan nilai-nilai kebudiluhuran,” kata Julian di kampus Universitas Budi Luhur, Senin, 10 Agustus 2026.
Ketua BPH Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti (YPBLC) Julian Bongsoikrama, B.A., M.Sc.,
- Istimewa
Menurut Julian, keberhasilan penyelenggaraan turnamen tersebut juga memperkuat komitmen YPBLC dalam mendukung kegiatan positif dan edukatif di lingkungan kampus.
Ia menilai perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai tempat mahasiswa mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk melatih kemampuan berpikir strategis dan membangun interaksi sosial.
Julian menyampaikan hasil yang memuaskan dan respons luar biasa dari seluruh civitas akademika maupun masyarakat umum pasca-acara hari ini. Menurutnya, YPBLC berkomitmen penuh untuk terus menyediakan wadah dan memfasilitasi agenda serupa di masa mendatang.
"Kampus bukan hanya tempat mengasah kecerdasan akademis di dalam kelas, tetapi juga tempat mengasah ketangkasan berpikir, mengatur strategi, serta mempererat tali silaturahmi,” jelas Julian.