Jangan Terlalu Dingin, Ini Suhu AC yang Lebih Aman Saat Cuaca Panas
- Dok. Lippo
VIVA Jakarta – Menyalakan AC menjadi solusi praktis untuk mengatasi udara panas. Namun, kebiasaan mengatur suhu pendingin ruangan terlalu rendah ternyata dapat membuat tubuh mengalami kesulitan beradaptasi, terutama ketika perbedaan suhu antara ruangan dan lingkungan luar cukup ekstrem.
Seperti dikutip dari laman Hindustan Times, Direktur Bidang Penyakit Dalam di Sir H. N. Reliance Foundation Hospital, Dr. Divya Gopal, menjelaskan bahwa paparan udara dingin dari AC dapat memunculkan keluhan yang menyerupai flu. Risiko tersebut semakin besar ketika tubuh berulang kali berpindah dari lingkungan yang sangat panas ke ruangan yang terlalu dingin.
Sebagai gambaran, kondisi dapat terjadi ketika suhu di luar ruangan berada di sekitar 40 derajat Celsius, sedangkan AC di dalam ruangan diatur hingga 20 derajat Celsius. Perbedaan yang terlalu jauh membuat tubuh harus beradaptasi dengan perubahan suhu dalam waktu singkat.
Perpindahan suhu ekstrem tidak hanya terjadi saat seseorang keluar dari ruangan ber-AC. Masuk ke area rumah yang lebih panas, seperti dapur yang tidak menggunakan pendingin ruangan, kemudian kembali ke kamar yang dingin juga dapat membuat tubuh mengalami perubahan suhu secara berulang.
Menurut Dr. Gopal, saluran pernapasan sebenarnya mampu menyesuaikan diri dengan perubahan suhu apabila terjadi secara perlahan. Sebaliknya, perubahan yang mendadak dapat memengaruhi pembuluh darah di dalam hidung.
Pembuluh darah tersebut dapat menyempit dan kemudian melebar dengan cepat sehingga memicu kondisi yang dikenal sebagai vasomotor rhinitis. Akibatnya, hidung dapat membengkak dan menghasilkan lebih banyak lendir. Gejalanya bisa berupa hidung tersumbat atau pilek meskipun tidak sedang mengalami infeksi.
Selain suhu, kelembapan udara di ruangan juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. AC tidak hanya mendinginkan udara, tetapi juga mengurangi kandungan kelembapannya. Penggunaan dalam waktu lama dapat membuat udara menjadi sangat kering.
Kelembapan ruangan yang disarankan berada pada kisaran 40 hingga 60 persen. Namun, penggunaan AC secara berlebihan dapat membuat kelembapan turun hingga sekitar 20 sampai 30 persen.
Udara yang terlalu kering dapat menyebabkan lapisan lendir di dalam hidung mengering. Padahal, lapisan tersebut berfungsi sebagai salah satu pertahanan alami tubuh untuk menangkap virus, debu, polutan dan partikel lain yang masuk melalui saluran pernapasan.