Dua Pekan Disapu, 3 Ton Ikan Sapu-Sapu Tercemar Merkuri Diangkut dari Sungai Jaktim

Operasi penangkapan ikan sapu-sapu selama dua pekan di Jaktim.
Sumber :
  • Dok. Pemkot Jaktim

VIVA Jakarta - Operasi besar-besaran yang digelar Pemerintah Kota Jakarta Timur selama dua pekan mengungkap skala ancaman nyata dari invasif ikan sapu-sapu di perairan ibu kota. Dalam Waktu 2 pekan, sebanyak 3,09 ton atau 16.903 ekor ikan sapu-sapu tercemar merkuri berhasil ditangkap dari berbagai titik sungai.

img_title Usai Insiden Maut, Pemkot Jaktim Gaspol Benahi Jalan Kramat Jati yang Licin

Kegiatan ini berlangsung di 10 kecamatan dengan 21 titik se-Jakarta Timur. Operasi penangkapan ikan sapu-sapu itu juga sebagai bagian dari upaya pengendalian spesies invasif yang dinilai merusak keseimbangan ekosistem perairan.

Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Timur, Taufik Yulianto, menjelaskan operasi dilakukan secara intensif sepanjang 17 hingga 27 April 2026.

img_title Hendak Salat Zuhur, Lansia di Cakung Malah Disekap Perampok yang Masuk ke Rumah

“Data tertinggi penangkapan ikan sapu-sapu berada di Kecamatan Ciracas yaitu 745 kg dengan total jumlah 3.592 ekor ikan sapu-sapu,” kata Taufik, dalam keterangan resmi Pemkot Jaktim, dikutip pada Rabu, 29 April 2026.

Angka tersebut menunjukkan bahwa populasi ikan sapu-sapu di sejumlah wilayah sudah dalam kategori mengkhawatirkan. Selain mendominasi habitat, ikan ini juga berpotensi mengancam keberadaan ikan lokal yang lebih rentan.

img_title Laporan Warga Bongkar Jaringan Narkoba di Jaktim, Polisi Sita Hampir 28 Kg Ganja

Menurut Taufik, operasi ini bukan sekadar penangkapan, tetapi langkah strategis untuk menekan dampak ekologis yang lebih luas. Ikan sapu-sapu dikenal sebagai spesies invasif yang mampu merusak struktur sungai dengan membuat lubang-lubang di turap. Kondisi itu  berisiko terhadap infrastruktur perairan.

“Sekaligus melindungi ikan lokal, serta mencegah kerusakan turap/infrastruktur perairan akibat lubang sarang ikan,” jelasnya.

Pun, dari hasil uji laboratorium menunjukkan ikan sapu-sapu di perairan Jakarta Timur telah terpapar merkuri atau logam berat beracun. Kandungan merkuri itu tidak aman untuk dikonsumsi warga.

“Ikan sapu-sapu tidak layak dikonsumsi karena dapat yang bisa menggangu kesehatan manusia,” tuturnya.

Berikut 21 titik di Jaktim yang terlibat dalam operasi penangkapan ikan sapu-sapu:

1. Kecamatan Ciracas (Waduk Kaja) (745 kg/3332 ekor)

2. Kecamatan Makasar (481,55 kg/ 2889 ekor)

3. Dermaga Eco Edu Wisata Ciliwung Kramat Jati (250 kg/ 1256 ekor)

4. Kecamatan Cakung (240,6 kg/1444 ekor)

5. Kecamatan Cipayung (189 kg/ 1134 ekor)

6. Kecamatan Pasar Rebo (178 kg/ 1068 ekor)

7. Kecamatan Kramat Jati (137,8 kg/ 827 ekor)

8. Kecamatan Jatinegara (126,15 kg/ 757 ekor)

9. Kali Sunter Sion Kalimalang (125 kg/ 625 ekor)

Halaman Selanjutnya
img_title