110 WNI Melarikan Diri dari Perusahaan Online Scam di Kamboja
- Tangkapan Layar tvOne
VIVA Jakarta – Sejumlah 97 Warga Negara Indonesia (WNI) berusaha melarikan diri dari perusahaan sindikat penipuan online di Kota Chrey Thum, Provinsi Kandal, Kamboja.
Dari 97 WNI tersebut, 86 ditangkap petugas kepolisian setempat, dan 11 orang dirawat di rumah sakit.
Dalam video yang viral di media sosial, mereka tampak berjalan dengan pengawalan ketat dari petugas keamanan setempat. Puluhan WNI itu berjalan kaki sambil menyanyikan lagu Indonesia Pusaka.
Mengenai kejadian ini, Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha mengatakan, berdasarkan pendalaman yang dilakukan KBRI Phnom Penh, kericuhan terjadi dengan perusahaan penipuan online tempat mereka bekerja.
"Mereka mengaku mendapat kekerasan selama bekerja di sana. Dapat kami sampaikan bahwa total pada saat kejadian ada 97 WNI yang terlibat, 86 di antaranya telah diamankan di kantor polisi dan kemudian 11 lainnya dirawat di rumah sakit," ujar Judha dilansir dari wawancara di acara Kabar Petang tvOne, Rabu, 22 Oktober 2025.
Menurut Judha, ada juga 4 WNI yang ditahan pihak kepolisian karena mereka terlibat kekerasan dengan sesama WNI. "Dalam perkembangannya 13 lagi WNI yang berhasil diamankan sehingga total ada 110 warga negara kita yang dapat keluar dari perusahaan online scam tersebut," kata Judha.
Judha membenarkan kericuhan yang terjadi karena para WNI tersebut mengalami kekerasan. "Ya, betul. Jadi ini sebetulnya bukan kasus pertama yang kita tangani. Ini adalah salah satu modus dari berbagai macam perusahaan online scam yang ada di Kamboja dan juga sembilan negara lain," ujarnya.
Judha mengungkapkan, sejak tahun 2020 hingga saat ini total lebih dari 10 ribu WNI yang terlibat perusahaan-perusahaan online scam. "Oleh karena itu Langkah pencegahan sangat-sangat perlu kita dorong," katanya.
Dia membantah tentang kabar ada dua WNI tewas dalam kericuhan tersebut. "Tidak. Jadi setelah pendalaman yang dilakukan oleh KBRI ada 11 warga negara kita yang dirawat di rumah sakit dan saat ini semuanya sudah keluar dari rumah sakit dan sudah ada di Phnom Penh. Tidak ada WNI yang tewas," ujarnya.
Untuk 4 WNI yang ditahan, kata Judha, pihaknya melakukan pendampingan hukum untuk memastikan pemenuhan atas hak-hak mereka dalam sistem peradilan setempat.