Pelantikan Pengurus LMND 2025–2027: Gerakan Berbasis Riset Jadi Fokus Utama

Pengurus Eksekutif Nasional (EN) LMND periode 2025–2027
Sumber :
  • Istimewa

VIVA JAKARTA - Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) resmi melantik Pengurus Eksekutif Nasional (EN) periode 2025–2027. Pelantikan itu dinilai jadi momentum titik konsolidasi penting bagi LMND dalam memperkuat arah gerakan mahasiswa dan perluas kerja advokasi kerakyatan.

img_title Karhutla Meluas di Jambi, PT WKS Turut Berjibaku Padamkan Api Pakai Helikopter

Prosesi pelantikan dipimpin oleh Ketua Umum LMND, Claudion Kanigia Sare dan Sekretaris Jenderal LMND, Taufiq Hidayat. Claudion menjelaskan kepengurusan baru akan menjalankan amanah kongres dengan arah gerakan yang lebih terukur dan berbasis penelitian. 

Dia menyampaikan pentingnya memperkuat pembangunan gerakan berbasis riset dan data, penguatan pendidikan dan teknologi.

img_title Mahasiswa Diduga Mabuk Bikin Ulah di Lenteng Agung, 2 Pengendara Jadi Korban

"Serta kontribusi aktif LMND dalam proses penyusunan kebijakan nasional di sektor pendidikan," kata Claudion, kepada wartawan, Sabtu (6/12).

Claudion mengatakan pelantikan ini bukan hanya seremoni. Tapi, juga sebagai penegasan arah baru LMND untuk membangun gerakan yang lebih terukur, berbasis riset, dan berpihak pada kepentingan rakyat. 

img_title 21 Orang Diamankan Bawa Petasan dan Botol Diduga untuk Molotov di Tengah Aksi Jakarta

Dia bilang setiap keputusan dan langkah advokasi LMND harus lahir dari data, penelitian, dan pembacaan mendalam atas realitas sosial yang dihadapi mahasiswa dan rakyat.

Menurutnya, di saat yang sama, pendidikan Indonesia masih membutuhkan perubahan mendasar. Ia menekankan pendidikan harus segera berbenah agar tak gagap terhadap era disrupsi teknologi.

Bagi dia, peserta didik juga tak boleh sekadar jadi konsumen dan tidak mampu berpikir secara kritis. Claudion menuturkan penerapan teknologi justru bisa menjawab masalah-masalah pendidikan, alih-alih menghasilkan masalah baru. 

"Hal ini hanya bisa dicapai jika seluruh pihak berkolaborasi untuk mewujudkan tata kelola yang baik (good governance) dalam sistem pendidikan," ujarnya.

Dia mencontohkan untuk jenjang sekolah tingkat menengah atas, peserta didik bisa diajak untuk memahami teknologi, etika penggunaan, menghindari ketergantungan. Selain itu, bisa memahamieksplorasi teknologi terutama dalam kehidupan sehari-hari. 

Pun, ia menyebut hal itu pula yang mendorong LMND untuk menyusun policy brief sebagai bahan pertimbangan dalam pembahasan RUU Sisdiknas. Dengan policy brief, maka pengelolaan dan pemanfaatan teknologi benar-benar perkuat kualitas pendidikan nasional. Selain itu, bisa perkuat daya kritis peserta didik.

Acara pelantikan itu dubuka ecara resmi oleh Dirsosbud Baintelkam Polri, Brigjen Pol Yohanes Agus Rijanto. Brigjen Yohanes megapresiasi kontribusi LMND dalam menjaga dinamika demokrasi serta memperkuat ruang dialog publik di kalangan mahasiswa.