Jakarta Menuju 5 Abad, Gemas Betawi Ajak Anak Muda Lestarikan Budaya
- Dok, Pemkot Jaktim
VIVA Jakarta - Gebyar Makasar Seni (Gemas) Betawi digelar Pemerintah Kota Jakarta Timur dan Forum Komunikasi Komite Sekolah (FKKS) Jakarta Timur di Lapangan Asem Nirbaya, Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur. Kegiatan itu bertujuan untuk melestarikan budaya Betawi.
Acara Gemas Betawi dibuka oleh Wakil Walikota Jakarta Timur, Kusmanto, pada, Sabt, kemarin. Kusmanto menuturkan Gemas Betawi bisa terselenggara karena peran Karang Taruna Kecamatan Makasar.
Dia menuturkan Gemas Betawi akan diisi dengan rangkaian pertunjukan seni budaya Betawi hingga bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) warga setempat.
Menurut dia, rangkaian acara itu sebagai bentuk dukungan dalam rangka mempertahankan budaya Betawi.
"Karena Jakarta sebentar lagi berusia lima abad. Ini sangat berpotensi dalam rangka mengembangkan Jakarta dikenal oleh masyarakat dunia, dengan mengangkat seni budaya dan UMKM," kata Kusmanto, dalam keterangannya dikutip pada Minggu, 7 Desember 2025.
Kusmanto menyampaikan, dengan kegiatan yang melibatkan karang taruna juga sebagai bentuk mempertahankan budaya Betawi dengan melibatkan generasi muda. Harapannya generasi muda bisa memperkenalkan budaya Betawi dikenal luas.
Lebih lanjut, dia punya pesan kepada anak muda agar terlibat langsung bersama tokoh budaya Betawi. Hal itu untuk membangun seni budaya Betawi yang ada di wilayahnya.
"Supaya pemuda tidak terjerumus dengan perbuatan tidak baik, seperti narkoba, tawuran, dan lainnya, agar kita membangun Jakarta dengan budaya Betawi agar bisa dikenal oleh dunia,” tuturnya.
Sementara, Anggota Komisi E DPRD DKI, Raden Gusti Arif menambahkan, pihaknya akan selalu mendukung Pemerintah Kota Jakarta Timur dalam upaya pelestarian budaya Betawi. Kata dia, pelestarian itu penting agar generasi muda di Jakarta tak lupa dengan budaya tersebut.
Gusti Arif pun mengapresiasi karang taruna yang terlibat dalam kegiatan Gemas Betawi. Sebab, bisa berkarya positif dengan melestarikan budaya Betawi. Ia mengingatkan agar kebudayaan Betawi ini tidak punah.
"Karena kita tahu sendiri Jakarta menuju kota global, menuju transformasi, dan transisi yang ada, kita tidak ingin generasi muda kita lupa dengan budaya Betawi,” ujar Gusti Arif.