Dukung Perbaikan MBG, Misbakhun Semangati Mitra SPPG
- Istimewa
VIVA Jakarta – Politisi Partai Golkar, Mukhamad Misbakhun, meminta para mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terus bersemangat dalam mensukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ketua Komisi XI DPR RI itu menegaskan, evaluasi dan perbaikan yang dilakukan saat ini bukan berarti program yang menjadi andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut dihentikan.
“Pemerintah memutuskan ada perbaikan, tetapi tidak akan menutup Program MBG karena ini adalah janji kampanye Bapak Presiden Prabowo,” ujar Misbakhun saat berdialog dengan para mitra SPPG se-Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Senin 10 Agustus 2026.
Dalam dialog Serap Aspirasi yang menjadi bagian ari reses Masa Persidangan V DPR Tahun Sidang 2025-2026 itu, tidak hanya dari dihadiri para mitra SPPG. Juga hadir Ketua Gabungan Pengusaha Makanan Bergizi (Gapembi) Kabupaten Probolinggo, Wahid Nurrahman.
Misbakhun paham, banyak pengusaha mitra SPPG mengorbankan berbagai hal diawal pelaksanaan MBG ini. Namun, ketua umum Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depinas SOKSI) itu menyebut MBG sebagai program besar berskala nasional tentu membutuhkan perbaikan dan penyempurnaan.
“Ini kebijakan publik yang menggunakan uang negara, menggunakan APBN, sehingga tata kelolanya harus diatur, harus transparan, terbuka, dan bisa dipertanggungjawabkan dengan standar serta prosedur yang jelas,” ujarnya.
Perbaikan tata Kelola MBG harus dipahami sebagai bagian membangun system yang lebih baik. Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Jatim itu pun mendorong para mitra SPPG tetap mengikuti proses perbaikan tersebut.
Misbakhun yang juga dikenal getol membela kebijakan Presiden Prabowo, itu meminta para mitra tidak khawatir terkait kelanjutan program MBG. Misbakhun juga menyinggung pengalaman dan energi besar yang dimiliki Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Sudaryono yang dipercaya sebagai Kepala BGN, dalam membenahi MBG.
“Upaya-upaya perbaikan, meningkatkan standardisasi, mengubah tata kelola dan sebagainya, saya minta tolong diikuti dengan baik. Ini adalah semangat upaya perbaikan,” katanya.
Oleh karena itu, Misbakhun mendorong para mitra SPPG tetap berkomitmen mengikuti setiap pembenahan tata kelola yang dilakukan pemerintah. Harapannya, MBG makin tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Bapak dan Ibu sekalian telah melakukan sebagian dari tugas mulia yang dibebankan oleh negara. Program ini harus kita kuatkan agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara,” ucapnya.
Dia mengapresiasi para mitra SPPG yang sudah terlibat menyediakan menu MBG. Ketua Bidang Kebijakan Ekonomi di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar itu menilai para mitra SPPG telah terlibat dalam misi besar negara untuk membentuk generasi berkecukupan gizi demi masa depan Indonesia.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Bapak dan Ibu sekalian yang sebagai pengusaha bersedia menginisiasi dan terlibat dalam upaya besar negara yang menjadi visi dan misi Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam rangka memutus mata rantai kekurangan gizi anak-anak di Indonesia,” katanya.
Peningkatan kualitas SDM, menurut Misbakhun, adalah kebutuhan mendasar bangsa saat ini agar mampu bersaing dengan negara-negara ekonomi besar. Penyandang gelar doktor ilmu ekonomi itu menyebut kebijakan pemenuhan gizi berkorelasi dengan posisi Indonesia sebagai salah satu negara anggota G20.
“Kalau kita sudah menjadi bagian dari G20, kita bukan lagi hanya bersaing dengan Vietnam atau Malaysia. Kita bersaing dengan Jepang, Amerika, China dan negara-negara besar lainnya. Karena itu generasi kita ke depan harus memiliki kualitas fisik dan kemampuan intelektual yang memadai,” katanya.