Wamendikdasmen Tegaskan Keberhasilan Pendidikan Jarak Jauh Bukan Saja Anak Sekolah Kembali tapi Mutu

Wamendikdasmen, Fajar Riza Ul Haq
Sumber :
  • Kemendikdasmen

VIVA Jakarta – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan kalau keberhasilan pendidikan jarak jauh (PJJ) tidak saja membuat anak tidak sekolah (ATS) mendapat akses pendidikan. Tetapi pada mutu yang terjaga, murid termotivasi dan menuntaskan pendidikan sampai pada meraih cita-citanya.

img_title Penulis Cilik Putri Alya Sidik Rayakan HUT RI ke-81 dengan Literasi dan Membaca Bersama Teman Sekolahnya

Itu disampaikan Wamendikdasmen Fajar, dalam peninjauannya di sekolah induk SMAN 1 Gorontalo, bersama Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail. Keduanya berdialog langsung dengan murid, orangtua, guru, dan sekolah mitra. 

“Saya ingin menyampaikan selamat kepada adik-adik yang mulai menempuh PJJ. Terima kasih karena adik-adik tetap memilih melanjutkan belajar melalui PJJ,” ujar Fajar.

img_title Sekolah UNRWA di Yerusalem Dialihkan ke Pemerintah Israel, Pendidikan Ratusan Anak Palestina Terdampak

PJJ menjadi salah satu upaya Kemendikdasmen di bawah pimpinan Mendikdasmen Abdul Muti, untuk memperluas layanan pendidikan formal. Terutama bagi anak yang tidak sekolah. Ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam penguatan sumber daya manusia serta pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah.

Di Gorontalo, SMAN 1 Gorontalo menjadi sekolah induk PJJ, dengan SMAN 2 Limboto dan SMAN 1 Gorontalo Utara sebagai sekolah mitra.

img_title Di HUT RI ke-81, Misbakhun SOKSI Beri Catatan soal MBG, KDMP, Hingga Hilirasi dan RAPBN Rp 4.000 Triliun

Kepala SMAN 1 Gorontalo, Adianiwaty S. Polapa, melaporkan bahwa PJJ telah berjalan seminggu. Saat memasuki ruang kelas, Wamen Fajar dan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menemui Naila, murid PJJ asal Gorontalo Utara yang tengah mengikuti pembelajaran Biologi. Dua murid lainnya, Renaldi dan Rizki, mengikuti pembelajaran secara daring.

“Saya ingin tahu pengalaman adik-adik selama PJJ. Kami ingin mendengar langsung masukan dari kalian acar pelaksaan PJJ berjalan optimal,” kata Fajar.

Wamen Fajar juga sempat berdialog dengan ibunda Rizki. Dia mengaku, anaknya cenderung tertutup. Sebelumnya hanya ikut MPLS setelah itu enggan kembali ke sekolah. Setelah mengikuti PJJ, Rizki mulai merespons pembelajaran dengan baik dan tetap menyimpan cita-cita menjadi tentara.

Naila punya pengalaman berbeda. Ia sempat berhenti sekolah setelah merasa tidak nyaman di lingkungan tersebut dan mengalami perundungan melalui grup percakapan. Melalui PJJ, Naila kini kembali belajar dan tetap menyimpan cita-cita menjadi dokter.

“Adik-adik harus tetap semangat. Semoga harapan dan cita-cita kalian tercapai,” kata Fajar.

Halaman Selanjutnya
img_title