Haidar Alwi Sebut Tiga Hal ini Jadi Pilar Bangsa Indonesia di Panggung Dunia
- Dok. Istimewa
“Jangan biarkan diplomasi berhenti di meja istana. Diplomasi harus sampai ke meja makan rakyat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar Indonesia tidak terlena dengan utang luar negeri. Meski rasio utang pemerintah masih 39% dari PDB—di bawah batas 60%—fondasi ekonomi harus tetap berpegang pada Pasal 33 UUD 1945.
Haidar pun menawarkan tiga pilar kedaulatan ekonomi:
1. Koperasi Tambang Rakyat (KTR) agar rakyat menjadi pemilik manfaat tambang, bukan sekadar buruh.
2. Hilirisasi berbasis rakyat, dengan sentra pengolahan kecil-menengah di daerah agar nilai tambah tidak lari ke luar negeri.
3. Bank Komoditas Nusantara (BKN-HAC), instrumen keuangan berbasis emas, nikel, dan hasil bumi untuk mengurangi ketergantungan pada utang berbunga tinggi.
“Diplomasi ekonomi sejati adalah diplomasi yang meninggalkan pabrik beroperasi di desa, gudang pangan yang penuh, dan sekolah vokasi yang ramai,” ungkap Haidar.