Haidar Alwi Sebut Tiga Hal ini Jadi Pilar Bangsa Indonesia di Panggung Dunia

Presiden Prabowo dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Menurutnya, persatuan rakyat tetap menjadi pilar terbesar bangsa ini. Tanpa persatuan, diplomasi sehebat apa pun bisa runtuh.

OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer, Prabowo Ingatkan Pejabat Jaga Integritas

“Kalau kita solid, tak ada rumor yang bisa mengguncang. Kalau kita pecah, sekecil apa pun isu bisa menghancurkan,” jelas Haidar.

Ia menekankan bahwa sejarah membuktikan persatuan adalah benteng kemerdekaan, sementara perpecahan selalu menjadi pintu masuk penjajahan baru.

Diplomasi Prabowo Berbuah Manis: Tarif AS Turun, Mi Instan RI Kian Kompetitif

Agustus 2025 pun disebutnya sebagai wajah baru Indonesia di panggung dunia: CEPA dengan Peru, parade kenegaraan di Singapura, forum BRICS di Brasil, hingga poros teknologi dengan Jerman. Semua mengarah pada tujuan yang sama: menjadikan Indonesia maju dengan martabat.

“Bangsa ini terlalu besar untuk tunduk, dan terlalu kaya untuk dijajah kembali. Selama kita menjaga martabat, membangun kemandirian, dan merawat persatuan, masa depan Indonesia adalah masa depan yang penuh harga diri,” pungkas Haidar.

Soal Bentrokan di Ambon, Pengamat: Alarm Keras untuk Bangsa Indonesia