Efek Polemik Undang Tokoh Pro Israel Peter Berkowitz, Muncul Seruan agar Gus Yahya Dicopot
- Istimewa
VIVA Jakarta - Kehadiran tokoh pro Israel Peter Berkowitz dalam acara Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama atau AKN NU terus menuai polemik. Peter Berkowitz juga sempat hadir sebagai pembicara di Universitas Indonesia (UI).
Imbas kisruh kedatangan Berkowitz, muncul undangan seruan massa anti zionis yang akan menggelar aksi di sepuluh titik se Indonesia pada Jumat besok. Dalam undangan aksi itu, tertulis seruan “jangan biarkan PBNU dicemari agen zionis pro Israel”. Massa juga mendesak pencopotan Yahya Cholil Qoumas alias Gus Yahya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Salah satu calon peserta aksi yang juga aktivis NU dari Jombang Jawa Timur, Matroin menilai zionis Israel sebagai biang radikalisme. Ia mengecam kebrutalan Israel yang melakukan genosida terhadap rakyat Palestina terutama perempuan dan anak-anak.
“Induk radikalisme, ya zionis Israel. Israel melakukan praktek genosida terhadap warga negara Palestina. Merampas kedaulatan negara Palestina, secara paksa. Dan membunuh puluhan ribu anak-anak dan perempuan,” kata Matroin, dalam keterangannya, Kamis, 28 Agustus 2025.
Menurut dia, kelakuan zionis itu tidak manusiawi. "Harus dilawan demi harkat dan martabat kemanusian,” lanjut Matroin.
Pun, dia mengaku sejak lama mendengar kabar dugaan kedekatan antara Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya dengan tokoh dan kelompok zionis di Amerika serta Eropa.
Keberadaan Peter Berkowitz yang merupakan tokoh pro zionis dengan muncul di AKN NU, ia mulai paham. Matroin mengaku khawatir dengan kisruh Berkowitz.
“Karenanya saya ikut aksi anti zionis, besok Jumat. Saya akan menyuarakan anti zionis, setop genosida di Palestina dan hentikan pembibitan zionisme melalui kaderisasi di dalam NU,” ujarnya.
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya.
- Instagram Yahya Cholil Staquf.
Menurut dia, Gus Yahya selaku Ketum PBNU mesti bertanggungjawab atas polemik Berkowitz.
“Kita mendesak pertanggung jawaban Ketum PBNU, Gus Yahya mengenai skandal ini. Bila perlu, Rais Aam bisa mencopotnya dari jabatan Ketum PBNU, secepatnya,” tuturnya.
Salah satu yang bersuara kritis terkait polemik Peter Berkowitz adakah seorang kiai pesantren NU yakni Pengasuh PP Sarang, Rembang Jawa Tengah, KH Achmad Rosikh Raghibi alias Gus Rosikh. Dia mengaku geram dan kesal karena kebijakan PBNU yang menghadirkan Berkowitz.
Gus Rosikh juga meminta pertanggung jawaban Rais Aam dan Ketum PBNU Gus Yahya atas skandal Berkowits yang hadir di acara kaderisasi elit PBNU. Sebab, acara AKN NU merupakan kursus para petinggi NU.
“Bahaya. Itu kursus untuk para petinggi PBNU, ilmunya dari orang-orang yang tidak jelas sanadnya. Ada yang dari zionis dan liberal. Mereka semua pemain global,” kata Gus Rosikh, Rabu, 27 Agustus 2025.
Dia bilang NU itu jelas aqidah, fikrah dan amaliyah-nya. Kata Gus Rosikh, NU merupakan Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyyah yang bisa membangkitkan dan sejalan dengan kepribadian nusantara, keIndonesiaan.
"Mau dicampur aduk dengan sistem berpikir barat dan zionis?,” ujarnya mempertanyakan.
Menurut Gus Rosikh, NU bisa rusak ke depan dengan kepemimpinan sekarang. “Ambyar kabeh (tercerai berai semua). NU bisa rusak ke depan dan jangka panjang. Bukan dari warganya, tapi dari petinggi pengurusnya, dan merembet ke struktur bawah hingga jamaah,” tutur Gus Rosikh.
Rekam jejak Berkowitz adalah mantan divisi perencanaan kebijakan kementerian luar negeri Amerika Serikat (AS). Dia dikenal dengan otak intelektual dalam mendukung dan mempropagandakan kepentingan zionis Israel melalui buku, artikel, jurnal, tulisan-tulisan dan orasinya.
Kehadiran Berkowitz di kampus UI pada Sabtu (23/8) dikritik keras oleh kalangan akademis. Rektor UI Prof Heri Hermansyah juga sudah menyampaikan permintaan maaf. Prof Heri mengaku kecolongan karena tak melakukan pengecekan latar belakang nara sumber terkait urusan zionis, tidak menyurutkan kritik melalui berbagai platform media sosial.
Figur Gus Yahya pun dikaitkan dengan Berkowitz karena kabarnya punya kedekatan. Apalagi, status Gus Yahya adalah Ketua Majelis Wali Amanah (MWA) UI periode 2024-2029. Lalu, Berkowitz juga hadir sebagai pembicara dalam sesi perkuliahan di AKN NU.