Percepat Pertumbuhan Ekonomi Inklusif di Indonesia Timur, 9 Provinsi jadi Fokus Perhatian

Sekjen Kemendes PDT Taufik Madjid (kiri).
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Jakarta - Pemerintah serius menggaungkan pemerataan pembangunan dan percepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif di wilayah Indonesia Timur. Salah satu ikhtiar pemerintah melalui program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD).

Publik Diminta Jeli, Jangan Sampai Demo DPR Dipelintir Jadi Upaya Delegitimasi Pemerintah

Sekretaris Jenderal Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) Taufik Madjid menjelaskan program TEKAD akan bantu percepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Indonesia Timur.

Menurut dia, TEKAD hanya satu dari sekian banyak program yang digulirkan oleh pemerintah untuk pemerataan pembangunan di Indonesia Timur. Apalagi, ia menyoroti saat ini masih ada hampir 11.000 desa kategori tertinggal dan sangat tertinggal di Indonesia yang mayoritas di wilayah Indonesia Timur.

DPR Sahkan UU Haji dan Umrah, BP Haji Kini Jadi Kementerian

Dia menuturkan program TEKAD juga didesain untuk meningkatkan pendapatan keluarga yang basic-nya mesti bertumpu pada potensi dan sumber daya yang ada di masing-masing desa.

“Harapannya program TEKAD ini akan menstimulasi untuk mendorong percepatan agar desa dengan kategori tertinggal dan sangat tertinggal bisa keluar menjadi desa yang maju dan mandiri,” kata Taufik dalam Workshop Nasional Pembangunan Komitmen Pemerintah sasaran Program TEKAD 2025 di Makassar, Jumat malam, 29 Agustus 2025.

Prabowo Sambangi Ma'ruf Amin, Bahas Pembangunan Bangsa

Sekjen Kemendes PDT Taufik Madjid (kiri).

Photo :
  • Istimewa

Taufik menuturkan, program TEKAD satu nafas dengan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2025-2029 yang disusun oleh Badan Pembangunan Nasional (Bappenas). Hal itu juga berdasarkan visi Presiden RI Prabowo Subianto.

Halaman Selanjutnya
img_title