Percepat Pertumbuhan Ekonomi Inklusif di Indonesia Timur, 9 Provinsi jadi Fokus Perhatian
- Istimewa
Menurut dia, dalam RPJMN ada tiga hal yang penting yang harus dilakukan. Pertama, memerangi kemiskinan di desa-desa. Kedua, meningkatkan dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Selanjutnya, yang ketiga peningkatan kualitas sumber daya manusia atau SDM.
“Tiga nafas ini yang harus menjadi bagian penting dari aneka kebijakan dan program untuk masuk ke desa-desa. Untuk itu, program TEKAD merupakan rangkaian yang kita ingin menyahuti nafas yang ada dalam perintah RPJMN 2025-2029,” jelas Taufik.
Sementara, Country Programme Officer IFAD Indonesia Yumi Sakata mengatakan program TEKAD adalah inovatif yang sangat penting dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di desa. Selain itu, sebagai upaya transformasi untuk meningkatkan pertumbuhan di Indonesia bagian Timur.
Yumi mengatakan, target utama program TEKAD adalah lebih dari 1.000 desa yang menyasar 150.000 rumah tangga. Langkah itu akan bermanfaat bagi lebih dari satu juta orang yang tinggal di daerah program ini dilaksanakan.
Maka itu, ia mengapresiasi semua pihak yang terlibat, mendukung dan berkolaborasi bersama-sama melaksanakan program TEKAD. Baik pemangku kebijakan hingga tempat program ini dilaksanakan, baik di nasional maupun di desa-desa.
“TEKAD dampaknya sangat signifikan terutama untuk mereka yang tinggal di wilayah-wilayah yang jauh di dalam Indonesia. Kebanggaan bagi kami menjadi bagian dari program TEKAD, dalam workshop nasional ini untuk memberdayakan masyarakat di pedesaan,” ujar Yumi Sakata.
Untuk diketahui, TEKAD merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan memberdayakan masyarakat desa agar bisa berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang cepat, berkelanjutan dan inklusif di Indonesia Timur.