Ahli: Nikotin Ternyata Bukan Penyebab Utama Kanker

Ilustrasi rokok dan rokok elektrik.
Sumber :
  • Istimewa/AI

VIVA Jakarta – Berbagai bukti ilmiah menunjukkan bahwa nikotin bukanlah penyebab utama kanker akibat kebiasaan merokok sehingga tidak diklasifikasikan sebagai zat karsinogenik, yaitu senyawa pemicu pertumbuhan sel kanker pada manusia. Sebaliknya, risiko penyakit terkait merokok mayoritas disebabkan oleh pembakaran, karena ribuan senyawa berbahaya terbentuk saat rokok dibakar. Meski demikian, pemahaman tentang nikotin di masyarakat masih sarat akan kesalahpahaman.

img_title Studi Jepang Teliti Kualitas Udara Saat Gunakan Produk Tembakau yang Dipanaskan

Peneliti Departemen Kimia Institut Pertanian Bogor (IPB) Mohammad Khotib menjelaskan bahwa nikotin merupakan senyawa alkaloid alami yang terdapat pada tembakau serta beberapa tanaman dari keluarga Solanaceae (suku terung-terungan). Senyawa ini diketahui dapat menimbulkan ketergantungan dengan memengaruhi sistem saraf pusat.

Menurutnya, nikotin tidak diklasifikasikan sebagai zat karsinogenik oleh International Agency for Research on Cancer (IARC).

img_title Pink Pulse Run 2026 Ajak Perempuan Tak Lagi Tunggu Gejala untuk Deteksi Dini Kanker Payudara

Ia menjelaskan, sebagian besar risiko kanker pada perokok berasal dari paparan senyawa hasil pembakaran tembakau, seperti tobacco-specific nitrosamines (TSNAs), benzena, 1,3-butadiena, benzo[a]pyrene, formaldehida, serta berbagai zat berbahaya lain yang dapat merusak DNA.

"Nikotin dapat menyebabkan ketergantungan karena memicu pelepasan dopamin pada sistem penghargaan di otak, yang menimbulkan rasa nyaman dan mendorong seseorang untuk terus merokok. Inilah yang membuat kebiasaan merokok sulit dihentikan. Meski demikian, mekanisme ketergantungan akibat nikotin berbeda dengan proses kerusakan atau mutasi sel yang dapat memicu kanker," ujar Khotib, dikutip Senin (31/8/2026).

img_title Akhiri Epidemi Merokok dengan Pendekatan Pengurangan Risiko

Bahaya Utama Berasal dari Proses Pembakaran

Khotib menjelaskan, proses pembakaran tembakau menjadi faktor utama terbentuknya ribuan senyawa kimia berbahaya di dalam asap rokok. Saat rokok dibakar, suhu pada ujung rokok dapat mencapai sekitar 900 derajat Celsius sehingga memicu berbagai reaksi kimia yang menghasilkan lebih dari 7 ribu senyawa, termasuk sekitar 70 zat yang diketahui bersifat karsinogenik.

Beberapa senyawa yang ada karena pembakaran rokok di antaranya adalah tar, karbon monoksida, dan sejumlah bahan kimia beracun lainnya. Zat-zat tersebut telah lama dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit.

Khotib mengatakan, penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa sifat nikotin yang dapat menyebabkan ketergantungan berbeda dengan senyawa karsinogenik hasil pembakaran tembakau. 

Menurutnya, pemahaman tersebut dapat membantu masyarakat memperoleh informasi yang lebih akurat mengenai risiko kesehatan dari kebiasaan merokok.

Halaman Selanjutnya
img_title