Ekspor Tembus 1 Miliar Dolar AS, Industri Tuna RI Bertransformasi

Industri Tuna RI bertransformasi
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Jakarta – Industri tuna Indonesia memasuki fase baru transformasi. Dengan nilai ekspor yang melampaui 1 miliar dolar AS pada 2025, sektor ini tidak lagi hanya bertumpu pada volume produksi namun mulai bergerak menuju industri bernilai tambah yang mengedepankan keberlanjutan, inovasi, dan pendekatan berbasis pasar.

img_title Konsumen Makin Kritis, Perawatan Estetika Kini Mengarah ke Kebutuhan Personal

Indonesia Tuna Consortium Lead, Thilma Komaling menegaskan, pendekatan berbasis nilai menjadi kebutuhan mendesak di tengah tekanan terhadap stok ikan.

Menurutnya, dengan tekanan terhadap stok yang semakin nyata, perlu beralih ke pendekatan berbasis nilai, di mana setiap ikan dimanfaatkan secara optimal. 

img_title Rp7,08 Triliun Berputar di Bisnis Ini, HNI Ternyata Sumbang Rp963 Miliar

"Saat ini, 40-50 persen bagian tuna belum dimanfaatkan secara maksimal, padahal memiliki potensi ekonomi tinggi," kata Thilma dalam Tuna Talks 2026 bertajuk 'From Ocean Science to (Pop) Culture: Reimagining Indonesia’s Tuna Future' yang diselenggarakan Tuna Consortium dalam rangka World Tuna Day, dikutip Kamis, 7 Mei 2026.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, kinerja ekspor tuna Indonesia menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan sekitar 7,46 persen di sepanjang 2021-2025.

img_title Pameran Industri di JIExpo Dorong Kolaborasi Pengelolaan Sampah dan Ekonomi Sirkular

Amerika Serikat, Thailand, dan Jepang menjadi pasar utama dengan kontribusi masing-masing sebesar 19,59 persen; 16,38 persen; dan 15,58 persen dari total nilai ekspor tuna Indonesia yang mencapai 1,038 miliar dolar AS pada 2025.

Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kementerian Perdagangan Ari Satria mengatakan, capaian ini menunjukkan posisi strategis Indonesia dalam rantai pasok global.

"Dengan nilai ekspor yang telah melampaui 1 miliar dolar AS pada 2025, sektor tuna memiliki potensi besar untuk terus berkembang melalui diversifikasi produk, peningkatan kualitas, dan penguatan akses pasar global," katanya.

Produk bernilai tambah seperti tuna olahan dan fillet kini mulai mendominasi ekspor, menandakan pergeseran dari komoditas mentah menuju produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Di tengah meningkatnya permintaan global terhadap produk seafood berkelanjutan, aspek tata kelola dan transparansi menjadi kunci.

Pemerintah terus memperkuat pengelolaan perikanan melalui regulasi berbasis kuota, pengawasan, serta sertifikasi internasional.

Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan Syarif Abd. Raup menegaskan, komitmen Pemerintah dalam menjaga keberlanjutan sekaligus daya saing.

"Pemerintah terus memperkuat tata kelola perikanan tuna melalui regulasi berbasis kuota, pengawasan, dan sertifikasi internasional, guna memastikan keberlanjutan sumber daya sekaligus menjaga daya saing Indonesia di pasar global," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title