CFD Perdana Rasuna Said Jadi Awal Perang Baru Jakarta Lawan Sampah
- Dok. Pemkot Jakpus
VIVA Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi mencanangkan Gerakan Pilah Sampah bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta. Deklarasi tersebut digelar saat car free day (CFD) perdana di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Minggu (10/5).
Wali Kota Jakarta Pusat Arifin turut mendampingi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam peluncuran gerakan yang digadang-gadang menjadi langkah baru mengatasi persoalan sampah di ibu kota.
Pramono menyampaikan gerakan memilah sampah tidak boleh berhenti sebatas seremoni semata. Menurutnya, perubahan pola hidup masyarakat menjadi kunci utama untuk mengurangi persoalan sampah yang terus menumpuk di Jakarta.
Dia meminta warga mulai membiasakan memilah sampah sejak dari rumah agar beban tempat pembuangan akhir dapat berkurang. Ia menekakankan membangun Jakarta tidak bisa sendirian.
"Persoalan sampah salah satunya. Maka hari ini sesuai dengan instruksi gubernur, kita akan mengadakan gerakan untuk pilah sampah,” kata Pramono, dalam keterangan resmi Pemkot Jakpus, Minggu, 10 Mei 2026.
Pramono bilang penanganan sampah di Jakarta membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata.
Maka itu, ia mengajak warga Jakarta untuk benar-benar serius menjalankan gerakan tersebut demi menyelesaikan persoalan sampah yang selama ini belum tuntas.
“Membangun Jakarta tidak bisa sendirian. Kita lakukan gerakan ini agar persoalan sampah yang belum tuntas bisa segera terselesaikan,” ujar eks Sekretaris Kabinet era Presiden Jokowi itu.
Pramono juga optimistis Jakarta akan memiliki pola baru dalam pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir melalui kolaborasi lintas sektor bersama pemerintah pusat.
Lebih lanjut, dia mengatakan koordinasi dengan Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjadi bagian penting dalam upaya memperbaiki sistem pengelolaan sampah di ibu kota.
Selain itu, Pramono secara khusus menyoroti persoalan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang selama ini menjadi tantangan besar bagi setiap pemimpin Jakarta.
Melalui gerakan pilah sampah dan penguatan kolaborasi lintas sektor, Pemprov DKI berharap persoalan pengelolaan sampah di Jakarta dapat ditangani lebih efektif dan berkelanjutan.