DPR Dukung Kemenag Percepat Pembentukan Ditjen Pesantren

Anggota Komisi VIII DPR fraksi PDIP Selly Andriany Gantina
Sumber :
  • Dok. Istimewa

VIVA Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDIP, Selly Andriany Gantina, menyuarakan dukungan penuh terhadap langkah Kementerian Agama (Kemenag) yang mempercepat pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren.

img_title Demo di 6 Titik Jakarta Hari Ini, Cek Jalan yang Perlu Dihindari!

Menurutnya, keberadaan Ditjen tersebut bakal menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di pondok pesantren sekaligus mencerdaskan anak bangsa.

“Keberadaan dari Ditjen Pesantren sangat menolong untuk program pembangunan peningkatan kecerdasan anak bangsa. Maka saya termasuk orang yang sangat setuju untuk percepatan dari pembentukan Ditjen Pesantren, apalagi hari ini kita mengetahui ada satu ditjen yang sudah dilepas yaitu Ditjen PHU (Penyelenggaraan Haji dan Umrah),” ujar Selly di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip Rabu, 24 September 2025.

img_title Pesantren Dar Et-Tauhid Bekasi Dibekukan Sementara oleh Kemenag, Apa Sebab?

Politikus PDIP itu menilai, pembentukan Ditjen Pesantren seharusnya sudah dilakukan sejak lama. Apalagi, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren sudah hadir dan seharusnya menjadi dasar kuat untuk mengakselerasi langkah tersebut.

“Implementasinya itu, sebetulnya agak terlambat. Seharusnya dari beberapa tahun yang lalu, sudah dibuat Ditjen Pesantren,” tegasnya.

img_title Ibas Bertemu Ketua DPR Australia, Perkuat Diplomasi dan Kerja Sama Bilateral

Tak hanya soal kelembagaan, Selly juga menekankan pentingnya perhatian serius terhadap alokasi anggaran bagi pesantren. Menurutnya, dana yang memadai akan membuat pengembangan lembaga pendidikan berbasis pesantren semakin optimal.

Dukungan Selly ini sejalan dengan pernyataan Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo Muhammad Syafii, yang sehari sebelumnya menyebut pihaknya tengah mengebut pembentukan Ditjen Pesantren. Ia berharap, kehadirannya bisa menjadi hadiah spesial pada peringatan Hari Santri 22 Oktober 2025 mendatang.

“Kalau bisa menjadi kado untuk Hari Santri tanggal 22 Oktober yang akan datang. Kementerian Agama kehilangan Ditjen Haji, tetapi bisa menambah Ditjen Pesantren,” ujar Wamenag.

Ia menegaskan, pesantren memiliki kontribusi besar dalam pendidikan dan pembinaan umat. Karena itu, menurutnya, pesantren sudah sepatutnya memiliki dukungan kelembagaan yang kokoh di bawah Kemenag.

“Pesantren adalah kekuatan pendidikan yang perlu mendapat dukungan kelembagaan yang lebih kokoh,” tuturnya.