Lonjakan Gula Darah Setelah Makan Bisa Diredam, Ini Hasil Studi mGanik Metafiber
- Istimewa/AI
VIVA Jakarta - Kasus Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia terus meningkat dalam satu dekade terakhir. Dari sekitar 20,4 juta penyandang diabetes di Tanah Air, sekitar 90 hingga 95 persen di antaranya merupakan penderita Diabetes Melitus Tipe 2 yang rentan mengalami lonjakan gula darah setelah makan atau postprandial.
Lonjakan gula darah dua jam setelah makan menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi penyandang diabetes setiap hari. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kestabilan kadar glukosa apabila tidak dikendalikan dengan pola makan dan asupan serat yang tepat.
Berangkat dari kondisi itu, mGanik Nutrition yang merupakan bagian dari ekosistem kesehatan terintegrasi mGanik menghadirkan mGanik Metafiber, minuman serat alami yang diformulasikan khusus untuk membantu penyandang Diabetes Melitus Tipe 2. Minuman serat itu disebut bisa mengendalikan lonjakan gula darah setelah makan.
Minuman serat yang dikembangkan oleh dr. Kelvin Candiago, M.M., MARS., DABRM., tersebut kini diklaim berhasil mengantongi bukti uji klinis. Temuan uji klinis menunjukkan efektivitasnya dalam membantu menekan lonjakan gula darah postprandial.
Dalam pengujian yang dilakukan bersama universitas terakreditasi di Indonesia, sebanyak 30 penyandang Diabetes Melitus Tipe 2 dilibatkan dalam uji klinis dengan metode crossover.
Penelitian dilakukan dengan membandingkan respons tubuh peserta dalam dua kondisi berbeda, yakni makan tanpa mengonsumsi Metafiber dan makan setelah mengonsumsi Metafiber.
Pun, seluruh peserta mendapatkan asupan nutrisi identik pada kedua kondisi tersebut. Sementara, kadar glukosa darah dipantau secara berkala pada menit ke-15, 30, 45, 60, 90 hingga 120 setelah makan.
Dari hasil penelitian menunjukkan mGanik Metafiber mampu membantu meredam respons glikemik secara konsisten selama periode dua jam setelah makan. Pada menit ke-15, lonjakan gula darah tercatat 52,55 persen lebih rendah dibandingkan kondisi tanpa konsumsi Metafiber.
Efektivitasnya bahkan meningkat pada menit ke-30 dengan lonjakan gula darah berhasil ditekan hingga 61,42 persen. Pada fase ini, penyerapan glukosa dari makanan umumnya berada pada titik paling tinggi.
Memasuki menit ke-45 dan ke-60, penurunan lonjakan gula darah masih tercatat signifikan masing-masing sebesar 39,35 persen dan 22 persen. Sementara, pada menit ke-90 dan ke-120, kadar gula darah peserta tetap lebih stabil dengan penurunan lonjakan sebesar 18,27 persen dan 34,69 persen.