Lapar Terus Meski Gula Darah Tinggi, Ini Fenomena yang Kerap Dialami Penderita Diabetes

Ilustrasi kasus diabetes tipe 2 yang terus meningkat di Indonesia.
Sumber :
  • Istimewa/AI

VIVA Jakarta - Penyandang Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) menghadapi persoalan lain yang sering luput dari perhatian yakni munculnya rasa lapar palsu atau fake hunger. Penderita diabetes juga mesti aktif mengontrol kadar gula darah.

img_title mGanik Care Buka Cabang Ketiga di Gading Serpong, Perluas Pendampingan Pasien Diabetes

Kondisi itu kerap terjadi di antara waktu makan utama dengan bisa memicu pola makan yang justru memperburuk pengendalian gula darah.

Fenomena itu jadi perhatian mGanik Nutrition yang mengembangkan pendekatan food as medicine melalui produk pangan fungsional yang dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi penyandang diabetes.

img_title Waspada Gelombang Panas, Suhu Ekstrem Bisa Mengganggu Hormon hingga Kadar Gula Darah

Komitmen tersebut kini diperkuat dengan hasil uji klinis terhadap mGanik Superfood. Produk pangan itu diklaim jadi satu-satunya camilan multigrain di Indonesia dengan nilai beban glikemik sangat rendah, yakni 4,89.

Penderita Diabetes Sering Merasa Lapar?

img_title Diakui Nasional, Inovasi mGanik Diklaim Mampu Antar Pasien Menuju Remisi Diabetes

Pada penyandang DMT2, resistensi insulin menyebabkan glukosa yang beredar dalam darah tidak dapat dimanfaatkan secara optimal oleh sel-sel tubuh. Akibatnya, jaringan dan otot mengalami kekurangan energi meskipun kadar gula darah sebenarnya tinggi.

Kondisi inilah yang memicu otak mengirimkan sinyal lapar. Meski tubuh sesungguhnya tak membutuhkan tambahan asupan dalam jumlah besar.

Situasi itu biasanya menimbulkan dua respons berbeda. Sebagian penderita memilih mengonsumsi camilan di luar jadwal makan yang berpotensi meningkatkan kadar gula darah secara bertahap. 

Adapun sebagian lainnya justru menahan lapar sehingga berujung pada konsumsi makanan berlebihan saat waktu makan utama tiba.

Jika berlangsung terus-menerus, pola itu bisa memperparah resistensi insulin dan meningkatkan risiko komplikasi diabetes.

Untuk memastikan formulanya sesuai kebutuhan penyandang diabetes, tim Research and Development mGanik Nutrition melakukan pengembangan produk melalui konsultasi bersama dr. Kelvin Candiago, M.M., MARS., DABRM.

Menurut dr. Kelvin, konsep yang diusung memiliki dasar ilmiah yang menarik untuk diuji lebih lanjut.

"Saya melihat formulasi yang dikembangkan tim R&D mGanik Nutrition memiliki rasional ilmiah yang kuat untuk membantu mengatasi fake hunger pada penyandang diabetes. Karena itu, pendekatan ini menarik untuk divalidasi lebih lanjut melalui uji klinis," kata dr. Kelvin Candiago, dalam keterangannya, Rabu, 24 Juni 2026.

Halaman Selanjutnya
img_title