Tengah Malam Tambora Jakbar Disisir Aparat, Titik Rawan Begal Jadi Target Utama

Apel Cipta Kondisi (Cipkon) dan patroli gabungan untuk tekan kriminal di Jakarta Barat.
Sumber :
  • Dok. Pemkot Jakbar

VIVA Jakarta - Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, meningkatkan pengawasan keamanan wilayah dengan menggelar apel Cipta Kondisi (Cipkon) dan patroli gabungan hingga dini hari. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi maraknya potensi gangguan keamanan seperti begal, tawuran, narkoba, hingga tindak kriminal jalanan lainnya.

img_title Viral Tarif Parkir Rp5 Ribu, Jukir Jembatan Lima Akhirnya Diciduk Polisi

Apel Cipkon dipusatkan di Sekretariat RW 07 Kelurahan Angke dan diikuti unsur tiga pilar bersama personel gabungan dari berbagai instansi terkait. Kegiatan serupa juga digelar serentak di seluruh kelurahan se-Kecamatan Tambora sekitar pukul 23.00 WIB.

Usai apel, Camat Tambora Pangestu Aji bersama jajaran Polsek, Koramil, serta personel gabungan langsung melakukan patroli penyisiran wilayah ke sejumlah titik rawan hingga Minggu (24/5) dini hari.

img_title Dendam Lama Berujung Teror, Polisi Ungkap Motif Aksi Bom Molotov di Koja

Beberapa lokasi yang menjadi fokus pengawasan antara lain kawasan Taman Jayakarta, Jalan Latumeten, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak  (RPTRA) Kalijodo, Jalan Bandengan, Jalan Tanah Sereal Raya, hingga Jalan Pinggir Tanggul BKB. Deretan daerah itu selama ini dinilai memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi pada malam hari.

“Patroli penyisiran wilayah guna Cipkon antisipasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi,” kata Aji, dalam keterangan resmi Pemkot Jakbar dikutip pada Minggu, 24 Mei 2026.

img_title Fakta Baru Kasus Tambora, Cekcok Soal Narkoba Berujung Istri Tewas Tragis

Menurutnya, patroli malam tidak hanya difokuskan untuk mencegah aksi begal. Namun, juga menekan berbagai aktivitas negatif lain yang berpotensi memicu tindak kriminal di lingkungan masyarakat.

“Banyak kegiatan negatif yang berkaitan dengan terjadinya begal. Tawuran saja bisa dijadikan alasan, padahal tujuan utamanya adalah begal bahkan sampai dengan pembunuhan dan seterusnya,” jelas Aji.

Lebih lanjut, ia menyampaikan pengamanan wilayah tidak bisa dilakukan sendiri oleh aparat. Maka itu, sinergi tiga pilar bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, dan unsur kepemudaan terus diperkuat demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

Aji berharap langkah preventif seperti patroli Cipkon mampu menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi warga Tambora. Selain itu, bisa perkuat kehidupan sosial masyarakat di tengah kawasan padat penduduk.

“Dengan kawasan yang aman dan nyaman akan menciptakan kehidupan yang berkualitas sebagai dasar persatuan berbangsa dan bernegara,” ujar Aji.