IRGC Warning AS: Jika Mendekat Selat Hormuz, Rudal Iran Sudah Siap Menguji

Kapal Induk USS Abraham Lincoln milik AS.
Sumber :
  • Dok. WANA

VIVA Jakarta - Konflik di kawasan Teluk Persia kembali memanas setelah pejabat Iran secara terbuka menantang Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengirim kapal induk perang ke Selat Hormuz. Iran tak terima dengan klaim dari AS.

img_title Iran Ancam Balas Negara yang Ikut Tekanan AS, Selat Hormuz Masih Jadi Titik Panas

Sebelumnya, muncul klaim Washington terkait pengawalan kapal tanker minyak oleh militer AS di jalur Selat Hormuz.

Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Alireza Tangsiri minta Trump agar mengerahkan Kapal Induk USS Abraham Lincoln (CVN-72) ke Selat Hormuz. 

img_title Iran Pertimbangkan Serang Aset Militer AS di Eropa Jika Trump Kembali Eskalasi Konflik

Tangsiri secara tegas membantah klaim AS yang mengamankan kapal tanker melintas Selat Hormuz. Ia bilang IRGC tak akan membiarkan kapal yang berhubungan dengan negara agresor melintasi Selat Hormuz.

“Sejak awal perang, kami telah mengumumkan—dan kami ulangi lagi—bahwa tidak ada kapal yang terkait dengan agresor terhadap Iran yang berhak melewati Selat Hormuz. Jika Anda ragu, mendekatlah dan ujilah,” kata Tangsiri dikutip dari kantor berita WANA, Rabu, 11 Maret 2026.

img_title AS Ubah Strategi Hadapi Iran, Pilih Tekanan Ekonomi Setelah Perundingan Terhenti

Ilustrasi Kapal minyak di Selat Hormuz

Photo :
  • Myedisi.com

Dia mengatakan setiap pergerakan armada AS-Israel dan sekutunya di wilayah tersebut berada dalam jangkauan rudal Iran.

“Setiap pergerakan armada AS dan sekutunya akan dihentikan dalam jangkauan rudal dan drone Iran,” jelas Tangsiri.

Pernyataan Tangsiri itu merespons kontroversi Menteri Energi AS, Chris Wright yang mengunggah pernyataan di media sosial soal kapal tanker minyak berhasil melewati Selat Hormuz dengan pengawalan Angkatan Laut AS.

Pihak IRGC membantah keras klaim dari Washington. Tak lama setelah itu, unggahan Chris Wright yang memicu polemik dihapus.

Dari keterangan Juru bicara Gedung Putih pun mengonfirmasi bahwa tak ada operasi pengawalan militer AS terhadap kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz.

Pernyataan itu memperlihatkan adanya perbedaan informasi di internal pemerintahan AS terkait situasi di jalur pelayaran strategis tersebut.

Status Selat Hormuz merupakan jalur vital dalam perdagangan minyak global. Selat Hormuz merupakan akses pelayaran paling strategis di dunia karena sebagai pintu utama ekspor minyak dari negara-negara Teluk menuju pasar global. Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati Jalur Hormuz.

Halaman Selanjutnya
img_title