Sering Cemas Saat Malam Hari? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya Menurut Ahli
- Antara FOTO
VIVA Jakarta – Malam hari seharusnya menjadi waktu bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat setelah menjalani aktivitas yang padat. Namun, tidak sedikit orang yang justru merasakan kecemasan, kegelisahan, hingga pikiran berlebihan saat suasana mulai tenang. Kondisi ini kerap membuat seseorang sulit tidur dan merasa tidak nyaman menjelang waktu istirahat.
Dilansir Hindustan Times, menurut Pendiri dan Direktur Gateway of Healing, Dr. Chandni Tugnait, munculnya kecemasan pada malam hari bukanlah sesuatu yang aneh. Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut sering terjadi ketika sistem saraf telah bekerja keras sepanjang hari dan baru memiliki kesempatan untuk memproses berbagai tekanan saat lingkungan sekitar menjadi lebih hening.
Selama siang hari, banyak orang disibukkan dengan pekerjaan, tugas, aktivitas keluarga, hingga berbagai notifikasi dari perangkat digital. Kesibukan yang berlangsung terus-menerus membuat otak selalu aktif dan jarang memiliki waktu untuk benar-benar beristirahat. Akibatnya, berbagai emosi dan stres yang tidak sempat diproses akan muncul kembali ketika malam tiba.
Salah satu alasan utama kecemasan sering terasa lebih kuat pada malam hari adalah karena berkurangnya distraksi. Ketika aktivitas mulai berhenti dan suasana menjadi tenang, pikiran memiliki lebih banyak ruang untuk mengingat berbagai masalah, kekhawatiran, maupun tekanan yang sebelumnya tertutupi oleh kesibukan sehari-hari.
Selain itu, faktor biologis juga berperan dalam munculnya rasa cemas. Aktivitas yang padat dan paparan rangsangan berlebihan sepanjang hari dapat membuat hormon stres, seperti kortisol, tetap berada pada tingkat yang tinggi hingga malam hari. Kondisi ini membuat tubuh sulit memasuki fase relaksasi yang diperlukan untuk tidur dengan nyaman.
Ketika kadar kortisol belum menurun, sistem saraf akan terus berada dalam kondisi siaga. Tubuh seolah-olah bersiap menghadapi ancaman meskipun sebenarnya tidak ada bahaya yang sedang terjadi. Akibatnya, seseorang dapat mengalami perasaan gelisah, sulit tenang, jantung berdebar, hingga kesulitan memejamkan mata.
Penyebab lainnya adalah kebiasaan tubuh yang telah terbiasa dengan ritme aktivitas dan kebisingan sepanjang hari. Saat bekerja atau beraktivitas, perhatian seseorang terbagi ke banyak hal sehingga tidak terlalu fokus pada pikiran yang mengganggu. Namun ketika malam datang dan suasana menjadi lebih sunyi, berbagai pikiran tersebut kembali muncul dan sering kali terasa lebih intens.