Tak Cukup Viral, Produk Kosmetik Kini Dituntut Punya Bukti Ilmiah

Ervina, S.Gz., M.Sc., Ph.D. Consumer Research Expert, Department of Food Technology, Faculty of Engineering, Binus University di acara Skinproof Talks
Sumber :
  • Dok. Ist

VIVA Jakarta Skinproof, perusahaan riset konsumen dan pengujian produk kosmetik yang merupakan bagian dari Genero Group, menggelar Skinproof Talks 2026 sebagai forum kolaborasi bagi para pemangku kepentingan industri kecantikan. Kegiatan ini menjadi wadah untuk membahas berbagai tantangan dan peluang pengembangan industri kosmetik berbasis riset dan inovasi ilmiah.

img_title Konsumen Makin Kritis, Perawatan Estetika Kini Mengarah ke Kebutuhan Personal

Forum tersebut dihadiri pelaku industri kosmetik, pemilik merek (brand owner), regulator, akademisi, praktisi medis, hingga tim Research & Development (R&D). Sejumlah institusi turut berpartisipasi sebagai narasumber, di antaranya Mintel, Indonesia International Institute for Life Sciences (i3L) melalui Skinovation Center (SICS), Bina Nusantara University, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, serta Genero Group.

Dalam diskusi, para peserta membahas berbagai isu strategis mulai dari tren pasar kosmetik, perubahan kebutuhan konsumen, kepatuhan terhadap regulasi, inovasi produk, hingga pentingnya pembuktian klaim manfaat produk (claim substantiation) yang didukung data dan bukti ilmiah.

img_title Rp7,08 Triliun Berputar di Bisnis Ini, HNI Ternyata Sumbang Rp963 Miliar

Skinproof dan i3L Perkuat Kolaborasi Riset

Salah satu agenda utama dalam Skinproof Talks 2026 adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Skinproof dan Indonesia International Institute for Life Sciences (i3L).

img_title Pameran Industri di JIExpo Dorong Kolaborasi Pengelolaan Sampah dan Ekonomi Sirkular

Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis kedua institusi untuk memperkuat kolaborasi dalam bidang riset, pengembangan teknologi, serta validasi ilmiah produk kosmetik di Indonesia.

Melalui kemitraan ini, Skinproof dan i3L akan saling melengkapi keahlian di bidang penelitian ilmiah, pengujian produk, serta pengembangan teknologi guna menghadirkan standar pengujian kosmetik yang semakin kuat, kredibel, dan mampu menjawab tantangan industri global.

Kolaborasi dengan institusi akademik berbasis life sciences itu juga diharapkan dapat memperkuat inovasi dan standardisasi pengujian kosmetik nasional, sekaligus meningkatkan perlindungan bagi konsumen.

“Sinergi antara industri dan akademisi adalah kunci utama untuk mendorong kosmetik lokal naik kelas. Melalui Skinproof Talks 2026 dan kolaborasi bersama i3L, kami ingin memastikan bahwa setiap inovasi yang lahir di pasar tidak hanya menarik secara tren, tetapi juga memiliki fondasi ilmiah yang kokoh dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Head of Skinproof, Theresia Sinandang, dalam keterangannya.

Halaman Selanjutnya
img_title