Percepat Penanganan Banjir Aceh, Sekretaris BNPP Harap Mobilitas Warga Lancar Lagi
- BNPP RI
VIVA Jakarta – Penangangan pascabanjir yang terjadi di wilayah terdampak seperti di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, terus dikebut. Jelang Idul Fitri 1447 H, diharapkan sebagian besar sudah tertangani terutama lumpur dan material sampah.
Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI, Komjen Pol Makhruzi Rahman, dalam tinjauannya ke Kampung Landuh, Kabupaten Aceh Tamiang pada Minggu, 15 Maret 2026, mengharapkan penangangan cepat selesai dan masyarakat bisa lebih leluasa beraktivitas.
“Kami berharap sebelum Hari Raya Idulfitri sebagian besar lumpur dan sampah sudah dapat dibersihkan sehingga mobilitas masyarakat kembali lancar. Setelah itu, pembersihan akan dilanjutkan ke desa-desa lain yang juga terdampak,” ujar Komjen Pol. Makhruzi.
Jelas dia, upaya pembersihan adalah bagian dari penangangan terpadu BNPP RI di sejumlah wilayah terdampak di Aceh. Yakni di Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Tamiang. Khusus di Aceh Tamiang, kegiatan pembersihan dipusatkan di Kampung Landuh dengan target penyelesaian selama empat belas hari.
“Saya diamanahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri selaku Kepala BNPP RI untuk mengakselerasi pemulihan wilayah terdampak banjir di Aceh dengan mengerahkan alat berat berupa ekskavator dan dump truck, guna membersihkan material lumpur yang menutup akses jalan,” katanya.
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Syuibun Anwar, memberi apresiasi dengan langkah cepat oleh BNPP RI tersebut. Termasuk kepedulian dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang ini.
“Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada BNPP RI beserta rombongan yang telah turun langsung membantu masyarakat, khususnya dalam membersihkan wilayah Kampung Landuh yang terdampak banjir,” ujar Syuibun Anwar.
Sekretaris BNPP RI didampingi Kelompok Ahli BNPP RI, Nur Kholis. Kehadiran Kelompok Ahli tersebut merupakan upaya analisis dan percepatan langkah pemulihan pascabencana di lapangan.