Legislator Dorong Transaksi Batu Bara DMO Pakai Rupiah, Begini Alasannya
- ANTARA
VIVA Jakarta – Penggunaan Rupiah untuk transaksi baru bara dalam memenuhi kebutuhan domestik, dinilai bisa menjadi langkah strategis untuk efinsi dan ketahanan energi nasional. Itu dikatakan Anggota Komisi XII DPR RI, Sartono Hutomo.
Anggota dari Fraksi Partai Demokrat itu mengatakan, penggunaan Rupiah bisa dilakukan ditengah ketergantungan sektor minyak dan gas pada dinamika global.
“Penggunaan mata uang rupiah dalam transaksi batu bara dapat dipertimbangkan sebagai strategi jangka pendek untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap faktor eksternal. Hal tersebut perlu dipertimbangkan dan diperhitungkan dengan bijaksana,” ujar Sartono.
Lebih lanjut dijelaskan Sartono, transaksi batu bara untuk pengembangan listrik nasional melalui skema Domestic Market Obligation (DMO), lebih efisien dibandingkan minyak dan gas. Hal tersebut bisa terjadi lantaran didukung pasokan domestik yang kuat serta lebih memungkinkan menggunakan rupiah.
“Batu bara dinilai lebih realistis diterapkan dibandingkan minyak dan gas karena Indonesia memiliki cadangan dan produksi domestik yang besar,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat transaksi batu bara untuk kebutuhan domestik bisa efisien. Selain itu, juga berpotensi memperkuat kedaulatan energi nasional. Lanjut dia, sebaliknya minyak dan gas masih sangat tergantung pada dinamika global. Maka dengan transaksi pakai rupiah menjadi kompleks.
“Dengan demikian, penggunaan rupiah dalam transaksi batu bara bisa menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional secara berkelanjutan,” jelas Sartono.