Iran-AS Kembali Memanas, Pasar Teheran Justru Bertaruh pada Perdamaian
- Istimewa/AI
Ia menambahkan, kenaikan harga dan keterbatasan stok membuat konsumen semakin sulit mendapatkan barang dengan spesifikasi yang sama seperti sebelumnya.
“Kita melihat bagaimana harga membuat pelanggan berubah pikiran, tetapi bukan hanya harga; Anda mungkin tidak menemukan laptop yang Anda lihat tersedia seminggu yang lalu dengan spesifikasi yang sama hari ini,” katanya.
Pemerintah Iran kini disebut lebih fokus memastikan ketersediaan kebutuhan pokok seperti makanan dan obat-obatan agar krisis tidak berkembang menjadi kekurangan barang secara nasional. Meski belum ada laporan krisis pangan besar, lonjakan harga terus memperburuk kondisi masyarakat.
Inflasi tinggi, kerusakan industri akibat perang, serta pemadaman internet berskala nasional turut memperdalam tekanan ekonomi. Banyak warga kehilangan pekerjaan setelah akses internet global dibatasi hampir total dalam beberapa waktu terakhir.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa Presiden Masoud Pezeshkian telah memerintahkan persiapan pemulihan internet global setelah pemadaman nasional terpanjang yang pernah terjadi di negara itu.
Namun hingga Selasa, pembatasan internet masih diberlakukan karena belum ada keputusan resmi dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Kekhawatiran masyarakat terhadap masa depan pun semakin besar. Seorang pensiunan insinyur konstruksi bernama Dariush mengaku kondisi tanpa kepastian saat ini sangat mengkhawatirkan.
“Apa pun yang dapat mengakhiri keadaan tanpa perang, tanpa perdamaian, dan tanpa jejak masa depan yang jelas saat ini akan disambut baik. Jika ini terus berlanjut, akan sangat menghancurkan,” kata Dariush kepada Al Jazeera.